Memasuki tahun baru 2012, tentu saja kita semua harus optimis, sekaligus mengharapkan semoga masa sulit akibat “paceklik pasar” yang menghiasi tahun lalu segera berlalu, sehingga cita-cita seni rupa Indonesia bisa turut bermain dan memberi kontribusi medan senirupa global/ internasional dalam situasi yang kondusif. Mengapa kita patut optimis dan terus berharap, karena pada tahun 2011 perhatian dunia terhadap senirupa Indonesia semakin menguat, yang ditandai dengan berbagai kunjungan kurator, kolektor, penyelenggara art fair internasional. Di sisi lain, semakin melebarnya jejaring internasional yang dibangun oleh para kurator, pengelola galeri, penyelenggara bienal, dan kolektor yang bersemangat organisator. Bayangannya adalah akan terjadi perbaikan pemahaman terhadap potensi senirupa Indonesia dalam artian yang luas.
Dinamika senirupa Indonesia dalam perspektif internasional seperti tersebut diatas, harus diapresiasi sebagai keberhasilan dari kerja keras medan sosial senirupa, dengan sedikit sekali peran pemerintah. Tapi kini, setelah mengetahui potensi besar itu, pemerintah menyingsingkan lengan baju, ingin berperan lebih jauh. Yang perlu kita kawal bersama, jangan sampai saking semangatnya melihat potensi senirupa itu, lalu pemerintah membabi buta dalam “menjual” senirupa dengan dalih era ekonomi kreatif.
Ada pengalaman menarik dari China yang bisa dijadikan cermin. Tahun 2000-an awal, di Negeri Tirai Bambu itu, para seniman kontemporer, terpaksa menjadi “seniman bawah tanah” untuk bisa eksis dengan gagasan, karya dan hidupnya. Mereka keliling dunia, termasuk ke Indonesia, untuk bisa berpameran. Bagusnya, pemerintah yang berlama-lama “membenci “, malah sebaliknya merangkulnya dengan cara menyediakan infrastruktur yang kelak menjadi jalan senirupa China “menginternasional” sampai sekarang. Dan jangan ragu-ragu meniru hal-hal yang baik dari China, untuk kemajuan senirupa kita. Toh Nabi Muhammad pun menganjurkan “tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China.” Jadi layak kiranya pemerintah menyediakan museum senirupa, bienal senirupa, berbagai event yang bisa dirasakan medan sosial senirupa dari pusat hingga daerah, perbaikan sistem pendidikan (tinggi) senirupa, dan hal-hal lain yang bertaraf nasional maupun internasional. Semoga.
Teriring salam hangat,
Yusuf Susilo Hartono
Pemimpin Redaksi
| |