SITE INDEXABOUT USSUBSCRIPTIONSSHOPADVERTISESOCIETY
Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)

HOME
SHOP
NATIONAL
INTERNATIONAL
FOCUS
PATTERN
SANTIR
INTERVIEW
PROFILE
CRITICS
VIDEO & ART
CAMPUS NEWS
MOZAIK
PHOTOGRAPHY
PREVIEW
MARKET NEWS
REFLECTION
EVENT SCHEDULE
FORUM








Banner
LAPORAN PASAR SENIRUPA 2010 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 20 December 2010 17:09

Seorang teman bertanya kepada saya apakah pasar senirupa adalah sebuah pasar yang sebenarnya. Dan pertanyaan itu pun tetap mengusik pikiran sampai sekarang.

Pasar atau kekuatan penawaran dan permintaan sehingga penukaran barang dan jasa dengan uang dimungkinkan. Sebenarnya kemudian mekanisme sederhana pasar dengan adanya penawaran dan permintaan pun terpenuhi. Tapi tentunya yang mengusik dari komentar tentang pasar tersebut adalah apakah memang pasar (penawaran dan permintaan) yang muncul dalam pasar senirupa adalah pasar yang “riil” dan bukanlah pasar yang dimanipulasi atau pun pasar yang dibentuk tanpa kesadaraan terhadap pengetahuan (baca: wacana) senirupa Indonesia.

Walaupun mungkin pasar senirupa Indonesia belumlah “seideal’ yang diharapkan banyak orang, paling tidak beberapa fakta menarik seputar pasar senirupa Indonesia di tahun 2010 patut dilansir. Perlulah diingat bila kemudian laporan pasar senirupa ini melaporkan berbagai macam karya senirupa yang meraih harga “tertinggi”, tingginya harga tidaklah secara mutlak maupun sahih  menandakan kualitas karya tersebut. Seperti yang telah kita sadari, harga lelang yang menjadi acuan laporan ini adalah harga yang bisa jadi muncul bukan karena pertimbangan estetis tapi karena emosi. Dengan kesadaran ini pulalah, kami coba melihat karya-karya yang “menarik” perhatian publik sepanjang tahun 2010.

Koleksi Ajip Rosidi. Kita mengenal Ajip Rosidi sebagai sastrawan-budayawan yang menjadi penggagas Pusat Studi Sunda. Ketertarikannya terhadap senirupa pun didukung oleh jaringan pertemannya dengan banyak perupa saat ia memimpin Dewan Kesenian Jakarta dari tahun 1972-1981. Roesli adalah satu dari mereka selain, Hendra Gunawan, Nashar, Ahmad Sadali dan juga Affandi. Pada lelang Larasati tanggal 14 Agustus 2010,  30 karya koleksinya pun ditawarkan kepada publik. Karya-karya menarik dari Nashar (Bunga di Taman dan Yang Tumbuh) serta sketsa Hendra Gunawan termasuk di dalamnya.

Ahmad Sadali, Abstraksi Pintu Surga. Karya yang dilelang oleh balai lelang Masterpiece pada tanggal 14 Maret 2010 ini menyedot perhatian publik karena berhasil meraih harga. Sebuah harga yang cukup fantastis bagi sebuah karya abstrak yang biasanya jarang mendapat apresiasi publik.

Dullah, Sketch of Bung Karno amidst Revolutionary Fighters.  Siapa yang tak kenal dengan Dullah dan kedekatannya dengan Presiden pertama Indonesia yang jug kolektor karya senirupa, Bung Karno. Tentunya banyak karya Dullah yang telah dikoleksi oleh Soekarno sendiri. Dan karyanya yang berjudul Sketch of Bung Karno amidst Revolutionary Fighters yang dijual di lelang Christie’s ini menunjukkan kedekatan sang perupa dengan sang proklamator. Karya yang terbilang tidak besar ini sekilas memang tidak menarik lebih karena terlihat lusuh dan kurang dirawat tapi ini adalah salah satu karya langka Dullah yang ditandatangani oleh Bung Karno sendiri di balik kanvas, tanda persetujuan agar karya ini dibuat pada kanvas berformat lebih besar. Karya ini terjual dengan harga US$ 61.476 atau setara dengan Rp 550 juta.

I Nyoman Lempad, Episode of A Play and Tale of Batur Taskara. Batur Taskara adalah sebuah lakon dalam Wayang Kulit Tantri yang mengisahkan lika-liku hidup Sang Batur Taskara. Dulunya ia adalah seorang penjahat yang seiring dengan perjalanan waktu mengalami pencerahan spiritual dan menjadi seorang pendeta. Tapi ternyata ia tidak dapat lepas dari karmanya di masa lalu. Cerita rakyat inilah yang juga diangkat pelukis maestro Bali, I Nyoman Lempad dalam beberapa karyanya termasuk Episode of A Play and Tale of Batur Taskara  yang dilelang oleh Borobudur Auction pada tanggal 15 Mei 2010. Karya ini merupakan rekor karya termahal sang perupa dan mampu meraih harga S$ 42.700 atau setara dengan Rp 290 juta.

Karya-karya I Nyoman Masriadi. Nama perupa ini mencuat menjadi buah bibir di medio tahun 2006 saat senirupa Indonesia mendapat perhatian yang cukup banyak di pasar dunia.  Dan empat tahun setelah momen tersebut, karya-karya perupa  ini masih berada di jajaran teratas karya termahal. Bahkan bisa dikatan setengah dari dua puluh karya senirupa Indonesia di tahun ini didominasi oleh namanya.

J Araditya Pramuhendra, Holy Mass. Karya pesanan ini pertama kali dipamerkan ke publik pada pameran tunggal perdana sang perupa di Cemara 6 Gallery pada tahun 2008. Dan perjalanan karier sang perupa pun melonjak setelahnya termasuk diantaranya adalah mampu menembus ruang pamer National University Museum Singapore hanya setahun setelah pameran solo pertamanya tersebut. Pencapaian karya Holly Mass pada lelang Sotheby’s HongKong hampir sepuluh kali lipat dari harga karya tersebut (US$ 884,000 atau setara dengan Rp1 milyar) dalam waktu 2 tahun. Sunggu sebuah pencapaian harga yang fantastis.

S. Sudjojono, A New Dawn. Karya S. Sudjojono ini dilelang oleh Sotheby’s Hong Kong pada tanggal 4 Oktober 2010 yang lalu. Preview karya ini pun sempat diadakan selama perhelatan Bazaar Art Jakarta di pertengahan tahun 2010. Pada pameran sketsa Sudjojono yang diselenggarakan di akhir bulan Oktober menampilkan sketsa (rancang gambar) lukisan ini. Karya yang menjadi lot termahal lelang tersebut mampu meraih harga US$ 1,376,923 atau setara dengan Rp 12 miliar.

Ugo Untoro,Epos. Karya yang menjulang tinggi ini berasal dari seri kuda yang dimiliki oleh Ugo Untoro. Seri ini menampilkan satu hal yang paling akrab di hati Ugo yaitu, kuda. Epos atau wiracarita digambarkannya sebagai sosok kuda yang terangkaikan oleh sejumlah anak panah. Kisah keberanian dan kepahlawanan binatang kuda pun terlihat tak lekang walaupun sekujur tubuhnya dihujami panah. Karya ini terjual di lelang Larasati Jakarta, 7 Maret 2010.

Laporan ini disusun berdasarkan data yang diperoleh sampai tanggal 22 November 2010. Dengan demikian paling tidak sedikitnya tiga lelang yang belum diperoleh datanya dalam penyusunan artikel ini, yaitu: lelang Masterpiece pada tanggal 28 November 2010, Christie’s Hong Kong dan juga One East Larasati yang dilaksanakan pada minggu yang sama. [V] Vidhyasuri Utami



Google Yahoo MyWeb Del.icio.us Digg Facebook Myspace Technorati Stumble Upon Blinklist Spurl Ask PlugIM MSN Live
 
 

Add comment


Security code
Refresh


images/stories/articles.jpg
Transforming Minds: Buddhism in Art
Thursday, 10 May 2012 11:58
images/stories/articles.jpg
KONVENSI NASIONAL SENIRUPA SEBAGAI JAWABAN
Thursday, 10 May 2012 11:48
images/stories/articles.jpg
PASAR LOKAL MODAL GO-INTERNASIONAL
Thursday, 10 May 2012 11:43
images/stories/articles.jpg
IBU SRI, ANAK IDIOT DAN STATUS QUO
Thursday, 10 May 2012 11:36
images/stories/articles.jpg
Paceklik dan Kontroversi di Sekitarnya
Thursday, 10 May 2012 11:29


163787krya.gif
Kriya sebagai Seni Rupa Kontemporer?
(hits: 7546)
images/stories/articles.jpg
INDONESIA ART EVENT 08
(hits: 6820)
images/stories/articles.jpg
SURAT PEMBACA 01
(hits: 6659)
images/stories/articles.jpg
SHOP
(hits: 4533)
praktek-seni-rupa-small.gif
Little bit Statuary Art vicinity Note
(hits: 4151)


Banner


Gerai | Warta Kampus | Nasional | International | Fokus | Tekstur | Mozaik | Photography | Santir | Wawancara | Profile
Jakarta Events | Bandung Events | Indonesia Events
About Us | Surat Redaksi | Surat Pembaca | Subscription | Shop | Advertise With Us | Our Partner | Term of service | Privacy Policy
© 2000 - 2009 Visual Arts - Majalah Seni Rupa