bernama Jakarta Art District. Terlepas dari berbagai kontroversi (baca Fokus Visual Arts
No 36, April-Mei 2009) , keberadaan JAD tak pelak menjadi salah satu urat nadi aktivitas di
medan sosial senirupa Indonesia.
Memasuki tahun 2012, kita mendengar bahwa keberadaan JAD di Grand Indonesia memasuki
babak akhir. Mengapa? Sederhana. Pihak Grand Indonesia akan mengalokasikan tempat
tersebut (seluruh East Mall) bagi investor barunya untuk menjadi sebuah pusat pertokoan
baru. Kabarnya “face-lift” ini secara fisik akan dilakukan pada pertengahan tahun. Dan hal ini
berarti AGSI hanya akan memiliki tempat di JAD Grand Indonesia sampai bulan Mei 2012
seperti yang dikonfirmasikan oleh Edwin Rahardjo dari Edwin’s Gallery.
Tak terasa dua tahun berlalu sejak senirupa Indonesia memiliki sebuah sentralisasi galeri yang bernama Jakarta Art District. Terlepas dari berbagai kontroversi (baca Fokus Visual Arts No 36, April-Mei 2009) , keberadaan JAD tak pelak menjadi salah satu urat nadi aktivitas di medan sosial senirupa Indonesia. Memasuki tahun 2012, kita mendengar bahwa keberadaan JAD di Grand Indonesia memasuki babak akhir. Mengapa? Sederhana. Pihak Grand Indonesia akan mengalokasikan tempat tersebut (seluruh East Mall) bagi investor barunya untuk menjadi sebuah pusat pertokoan baru. Kabarnya “face-lift” ini secara fisik akan dilakukan pada pertengahan tahun. Dan hal ini berarti AGSI hanya akan memiliki tempat di JAD Grand Indonesia sampai bulan Mei 2012 seperti yang dikonfirmasikan oleh Edwin Rahardjo dari Edwin’s Gallery. Lebih lanjut baca VISUAL ARTS Januari-Februari 2012
|