SITE INDEXABOUT USSUBSCRIPTIONSSHOPADVERTISESOCIETY
Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)

HOME
SHOP
NATIONAL
INTERNATIONAL
FOCUS
PATTERN
SANTIR
INTERVIEW
PROFILE
CRITICS
VIDEO & ART
CAMPUS NEWS
MOZAIK
PHOTOGRAPHY
PREVIEW
MARKET NEWS
REFLECTION
EVENT SCHEDULE
FORUM








Banner
CARA MENGATASI LUKISAN YANG SOBEK PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 15 October 2010 16:17

Monica Gunawan

MENYAMBUNG ARTIKEL EDISI LALU, MENGENAI KERUSAKAN LUKISAN YANG DISEBABKAN OLEH RAYAP, JAMUR DAN BEBERAPA JENIS KERETAKAN, PADA EDISI INI SAYA MASIH AKAN MEMBAHAS BEBERAPA KERUSAKAN PADA LUKISAN YANG “BUKAN” DISEBABKAN OLEH FAKTOR EKSTERNAL (CUACA).

Kerusakan yang telah saya jelaskan pada artikel sebelumnya adalah degradasi yang alami, walaupun pada tingkat velocity yang berbeda. Sehingga lukisan mau tidak mau akan melewati proses penuaan dan usaha penanggulangan apa saja yang bisa kita lakukan sehingga koleksi karya seni kita lebih awet dan tahan lama. Adapun pada artikel ini saya akan menjelaskan sekitar kerusakan pada lukisan yang disebabkan oleh faktor kelalaian display, perbaikan kerusakan lukisan yang kurang baik, maupun vandalisme.

Untuk karya seni yang rusak karena tetesan air -- gara-gara lalai saat mendisplay --  bisa di deteksi dari awal, dan masih bisa diperbaiki sebelum lukisan Anda benar-benar rusak. Untuk mengetahui lukisan yang terkena rembesan air biasanya cenderung bergelombang karena mengalami kadar kelembaban yang tidak sama. Secara visual, biasanya ada bekas seperti garis-garis meleleh pada permukaan kanvas. Ini disebabkan oleh kotoran pada permukaan kanvas yang terbawa tetesan air pada permukaan kanvas. Bekas air ini juga bisa terlihat dari balik kanvas, yang biasanya berwarna lebih gelap.

Ingat tips ini! Mendisplay sebuah karya lukisan yang baik adalah di ruangan yang sejuk dan kering. Carilah bidang tembok yang kering, kalau bisa jangan langsung di bawah unit pendingin ruangan (AC) untuk menjauhi kemungkinan bocor. Biasanya memasang lukisan di tembok yang kosong, akan memberikan kehangatan pada ruangan tersebut. Jauhkan lukisan dari sinar matahari langsung, karena sinar UV dari matahari bisa jadi mempercepat proses keretakan pada tekstur cat untuk kanvas. Jauhkan lukisan dari jendela yang kemungkinan bisa tampias saat hujan, karena lukisan bisa basah. Dalam hal mendisplay sebuah karya lukisan , sebaiknya setinggi eye level kita, sehingga saat kita menikmatinya tidak perlu kepala kita mendongak (karena ketinggian) ataupun menunduk (karena kerendahan). Biasanya titik tengah lukisan berkisar 155 cm - 160 cm dari dasar lantai. Untuk karya lukisan non-kontemporer bisa ditambahkan frame yang sesuai supaya bisa menyesuaikan dengan besar ukuran dinding, dan kadang-kadang untuk mood yang diinginkan. Untuk dimensi ruangan yang besar, bisa saja kita memajang beberapa lukisan jadi satu, mirip sebuah collage.

Seringkali saya melihat lukisan yang diperbaiki dengan hasil yang tidak sempurna, bahkan malah merusak tampilan visual dari lukisan tersebut. Lukisan yang pernah direstorasi dengan hasil yang tidak baik, sesungguhnya malah menyulitkan untuk direstorasi ulang karena memiliki elemen luar yang harus diangkat terlebih dahulu, baru kemudian bisa diperbaiki. Penambalan yang tidak baik biasanya mengakibatkan efek negatif untuk jangka waktu yang cepat. Misalnya menambal sebuah cut dengan menggunakan selotape atau pengikat lainnya, selain tidak merapatkan sobekan secara tidak permanen, tetapi juga meninggalkan bekas lem yang lengket pada permukaan lukisan. Saat plastik selotape lepas, maka lem yang lengket akan mengakumulasi kotoran lain seperti debu, maupun insect kecil.

Contoh lainnya yang terjadi pada ukuran sobekan yang lebih besar yang sering saya temui adalah tempelan sebuah kain atau kanvas persegi untuk menutupi sobekan tersebut, tetapi malah  berdampak negatif karena dalam kurun waktu beberapa tahun saja tambalan tersebut justru “tercetak” ke depan permukaan lukisan.

 

Contoh penambalan dilihat dengan X-ray

Memperbaiki lukisan melibatkan pengetahuan  dan pengalaman supaya bisa memberikan hasil yang optimal. Dan seorang konsultan restorasi juga harus bisa menjelaskan opsi terbaik untuk si pemilik karya. dan paham akan keperluan restorasi terhadap karya tersebut. Untuk itulah, penting bagi Anda  betapa penting memilih konsultan restorasi sebelum memutuskan proses restorasi tersebut supaya karya Anda selalu terjaga dengan baik.

Saya ingin berbagai ilustrasi tentang lukisan yang sobek, akibat vandalisme. Di Paris ada festival tahunan pada malam hari, yang banyak menyedot perhatian publik, dimana mereka dapat menikmati suasana jalanan yuang dipenuhi cahaya lampu, tarian dan musik. Jika pada tahun-tahun sebelumnya aman, maka tidak demikian pada tahun 2007. Di pagi hari, beberapa orang berhasil menerobos masuk Museum D’Orsay, sebuah museum impresionis dengan koleksi paling spektakuler di Paris, dan berhasil merusak  sebuah lukisan Claude Monet yang berjudul Le Pont d’Argentteuil. Kerusakan selebar telapak tangan atau sekitar 10 cm, telah merobek bagian tengah lukisan Monet tersebut. Walaupun akhirnya lukisan tersebut berhasil diperbaiki, tetapi tentu saja berdampak negatif karena lukisan tersebut berharga jutaan Euro. Inilah salah satu contoh sobek pada lukisan yang disebabkan oleh pihak yang sengaja merusak (vandalism). Ada pun kondisi kanvas yang menipis atau karena tekstur kanvas yang sudah terlalu tua, juga bisa m enyebabkan terkoyaknya kanvas secara tidak sengaja, bisa saja saat transportasi, mishandling ataupun gesekan.

Sobek accidental (yang tidak disengaja) pada kanvas biasanya berbentuk T, atau garis lurus  biasa, tergantung dari sudut kesobekan maupun tekstur dari kanvas itu sendiri. Kerusakan pada lukisan sobek yang tidak ditangani, biasanya akan memberikan impresi “rusak” pada lukisan tersebut dan mengurangi value dari sebuah lukisan. Publik akan enggan untuk mengoleksi sebuah karya lukisan yang “rusak” karena sudah tidak layak untuk dinikmati. Untungnya lukisan yang sobek, masih bisa diperbaiki dan dikembalikan ke bentuk semula.

Sobek incidental (yang disengaja) pada kanvas bisa saja berbentuk T maupun garis lurus, tetapi dengan hasil clean cut, yaitu adanya penggunaan benda tajam. Merestorasi sebuah clean cut cukup kompleks dan bisa membutuhkan waktu yang lama tetapi tidak impossible.

 

Foto Sebelum dan Sesudah Restorasi untuk Kerusakan Lukisan yang Sobek

Di Eropa, memperbaiki lukisan adalah suatu hal yang biasa. Yang saya ingin jelaskan  bahwa hasil akhir dari sebuah karya yang di restorasi untuk sebuah institusi publik (di museum misalnya) cenderung jelas dibaca. Area yang di restorasi biasanya terlihat lebih gelap atau bergaris-garis (pengisian warna dengan teknik astrazzione chromatica) disertai  dengan sebuah informasi mengapa area tersebut sudah direstorasi, mengapa restorasi itu perlu dilakukan dan biasanya melibatkan sejarah dari lukisan tersebut. Misalnya saja sebuah lukisan tua yang rusak saat terjadinya peperangan adalah saksi mata untuk sejarah, sehingga proses restorasi harus dijelaskan dalam hal ini, berikut dengan fakta data yang mendukung. Maka dari itu restorasi seringkali bekerjasama dengan (pe)riset, untuk mencatat dan mengetahui kronologi karya, sebelum memutuskan langkah-langkah restorasi.

Maka dari itu restorasi untuk institusi publik dan untuk kepentingan pribadi akan memberikan dua hasil yang berbeda. Yang pertama menekankan pada riset dan sejarah  sehingga bagian yang direstorasi perlu ditampilkan, sementara yang kedua bertujuan  untuk memepertahankan resell value sehingga sebisa mungkin tidak meninggalkan jejak restorasi. [V]

 

Anda Bertanya Monica Menjawab

Anna Magdalena, Jakarta.  Salah satu lukisan Hendra Gunawan koleksi Dewan Kesenian Jakarta, tahun 1990-an pernah dicuri, dengan cara disilet dari framenya, kemudian dilipat-lipat, hingga bekas (garis-garis) lipatannya kelihatan nyata, karena catnya mengelupas. Saya tidak tahu bagimana nasib lukisan itu sekarang. Pertanyaannya, bila lukisan tersebut di restorasi, apakah nantinya perlu dijelaskan kepada publik, data dan faktanya?

Monica Gunawan. Hai Anna, terima kasih atas pertanyaannya. Untuk kerusakan pada lukisan yg dilipat, masih bisa di restorasi hingga tidak berbekas. Nah saya paham betul pertanyaan Anda lebih secara moral, ketimbang teknik restorasinya. Tentu saja jika kita memiliki barang "curian" akan mengundang pertanyaan kolektor lain sehingga membuat si pemilik lukisan malu dan tidak nyaman. Maka dari itu membeli sebuah lukisan paling penting adalah data "provenance" atau mencari tahu siapakah pemilik barang teersebut sebelum kita beli. Kalau membeli lukisan dari galeri atau auction yang sudah memiliki reputasi tentu saja lebih reliable. Bisa juga via kolektor perorangan yang sudah lama berkecimpung dan dipandang terkemuka di bidang seni. Biasanya barang curian muncul di lelang untuk menjaga hak anonimosity dari si pemilik. Saat karya tersebut diakusisi oleh museum, ya, maka sudah sepatutnya disertakan informasi sejarah mengenai lukisan tersebut saat display. Informasi ini bisa saja verbal lewat audio visual, jika ada yang lebih penting ditampilkan misalnya artistic value yang tinggi atau sebuah konsep yang menarik. Lukisan Monalisa toh, juga mengalami "desas-desus" bahwa pernah dicuri sebelum akhirnya di pajang di L'Ouvre, Paris.

Susan Jerome, Jakarta. Untuk lukisan yang sobek, baik akibat kesengajaan atau kelalaian, tindakan apakah yang harus dilakukan, sebelum bisa membawa ke tempat restorasi, karena berbagai alasan.

Monica Gunawan. Hai Susan, untuk lukisan yang sobek pertama-tama bisa langsung diturunkan dari display. Tidak perlu dikeluarkan dari frame- nya juga tidak apa-apa. Lukisan yang sobek dan masih menggantung selain mengganggu juga bisa mengakibatkan kerusakan lain yang jauh, misalnya deposit kotoran atau cat yang retak karena kanvas yang melengkung. Untuk lubang yang besar bisa langsung masukkan karya tersebut ke dalam boks kardus. Lalu Anda bisa telpon jasa restorasi, mereka yang akan menjemput dan mengurus perbaikan nya. Tergantung dari tekstur lukisan, asalkan lukisan masih dalam kondisi baik, tidak memiliki tekstur yang tebal (dan tanpa frame) bisa juga lukisan tersebut digulung dengan pipa PVC diameter 20 cm dalam posisi terbalik (muka di dalam) dilapisi dengan rice paper di kedua belah sisi. Dengan storage seperti ini akan menjaga kondisi lukisan awet (secara tidak permanen) sebelum Anda bawa ke jasa restorasi. Jauhilah penambalan dengan menggunakan selotape maupun lem.



Google Yahoo MyWeb Del.icio.us Digg Facebook Myspace Technorati Stumble Upon Blinklist Spurl Ask PlugIM MSN Live
 
 

Comments 

 
0 #2 Anto 2011-09-17 07:30
Mohon info tempat yang baik untuk merestorasi lukisan yang sobek. Tks
Quote
 
 
0 #1 2010-10-27 22:45
Saya ada lukisan Ern. Dezentje yg robek cukup besar karena tidak sengaja terjatuh dg kanvas menimpa benda di bawahnya. Robeknya cukup besar, berbentuk kira2 sama dengan contoh lukisan "Kuda" di atas.

Di mana saya bisa menemukan jasa perbaikannya yg profesional di Surabaya?

Terimakasih
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh


images/stories/articles.jpg
Transforming Minds: Buddhism in Art
Thursday, 10 May 2012 11:58
images/stories/articles.jpg
KONVENSI NASIONAL SENIRUPA SEBAGAI JAWABAN
Thursday, 10 May 2012 11:48
images/stories/articles.jpg
PASAR LOKAL MODAL GO-INTERNASIONAL
Thursday, 10 May 2012 11:43
images/stories/articles.jpg
IBU SRI, ANAK IDIOT DAN STATUS QUO
Thursday, 10 May 2012 11:36
images/stories/articles.jpg
Paceklik dan Kontroversi di Sekitarnya
Thursday, 10 May 2012 11:29


163787krya.gif
Kriya sebagai Seni Rupa Kontemporer?
(hits: 7546)
images/stories/articles.jpg
INDONESIA ART EVENT 08
(hits: 6821)
images/stories/articles.jpg
SURAT PEMBACA 01
(hits: 6660)
images/stories/articles.jpg
SHOP
(hits: 4533)
praktek-seni-rupa-small.gif
Little bit Statuary Art vicinity Note
(hits: 4151)


Banner


Gerai | Warta Kampus | Nasional | International | Fokus | Tekstur | Mozaik | Photography | Santir | Wawancara | Profile
Jakarta Events | Bandung Events | Indonesia Events
About Us | Surat Redaksi | Surat Pembaca | Subscription | Shop | Advertise With Us | Our Partner | Term of service | Privacy Policy
© 2000 - 2009 Visual Arts - Majalah Seni Rupa