Sebanyak 446 aplikasi masuk ke dalam pendataan panitia BaCAA ketika tanggal 1 September 2010 adalah tenggat waktu terakhir aplikasi kompetisi BaCAA bagi seluruh seniman yang mendaftarkan karya terbaiknya. Sejak terkumpulnya aplikasi tersebut, selama dua (2) bulan dilakukan proses penilaian oleh Dewan Juri yang terdiri dari Carla Bianpoen (Jurnalis Seni), Mella Jaarsma (Seniman), Agus Suwage (Seniman), Rifky Effendy (Kurator), Hendro Wiyanto (Kurator), Wiyu Wahono (Kolektor Seni) dan Syakieb Sungkar (Kolektor Seni). Para Dewan Juri menjalani dua (2) tahap proses penjurian untuk menyeleksi 446 karya yang masuk menjadi 60 karya terbaik yang kemudian diseleksi kembali menjadi 25 karya terbaik yang berhak menjadi finalis dan memperebutkan juara pertama dan tiga terbaik.
Kekaryaan yang terpilih pada seleksi awal sangat beragam dari mulai lukisan dengan medium cat minyak, akrilik, media campur, lalu gambar dengan teknik cat air, intaglio, etsa sampai cetak saring, kemudian patung, instalasi, fotografi, video, bahkan seni suara sekalipun. Proses penjurian dilakukan cukup efisien dimulai dari penyeleksian dalam gambar karya yang dikirim seniman melalui layar monitor komputer yang terproyeksi lebih besar pada dinding sampai melihat langsung detail karya, teknik, dan konsep yang menyertai kekaryaan tersebut.
Penilaian berlangsung juga dalam forum diskusi antar 7 Dewan juri yang mempunyai berbagai sudut pandang yang berbeda terhadap karya-karya pilihannya. Dengan berbagai argumen yang membangun diskusi penilaian karya terbaik, akhirnya Dewan Juri sepakat untuk memilih 25 karya terbaik yang mewakili semua pilihan ke-7 Dewan Juri tersebut. Ke-25 karya tersebut adalah :
-
“ Mooi in (Die) series : Tommorow “ oleh Aditya Novali
-
“ On-Off ” oleh Afdhal
-
“ To pack Mooi Indie “ oleh Agus Triyanto BR
-
“ Belantara Teks “ oleh Aidi Yupri
-
“ Sinema Elektronik “ oleh Anggun Priambodo
-
“ Introspeksi “ oleh AT Sitompul
-
“ Pandora “ oleh Bagus Pandega
-
“ Current, Curtain, Certain “ oleh Budi Adi Nugroho
-
“ Heart “ oleh Dita Gambiro
-
“ Sutra Kama Sutra “ oleh Eddy Susanto
-
“ Perempuan Pekerja dan Koper Merah “ oleh Endang Lestari
-
“ Today Parcel “ oleh Erianto
-
“ Mirror sees series “ oleh Erika Ernawan
-
“ Drowning in Pleasure “ oleh Erwin W. Pranata
-
“ Sesuatu dan Seseorang “ oleh Francy Vidriani
-
“ Drop- Off ‘ oleh Fransgupita
-
“ Fetish #4 “ oleh I Made Widya Diputra
-
“ Euphoria Globalisasi “ oleh I Wayan Upadana
-
“ Ayo Maju “ oleh Maria Indriasari
-
“ Jalan Merdeka “ oleh Mariam Sofrina
-
“ Revolusi dari Ruang Belakang “ oleh Mimi Fadmi
-
“ Face off “ oleh Nadya Savitri
-
“ Agent of Change “ oleh Rocka Radipa
-
“ Kesumat (seri ayat-ayat Stefan) “ oleh Stefan Buana
-
“ Signs of the Wind “ oleh Very Aprianto
Para Dewan Juri sepakat bahwa ke – 25 karya terbaik dari seniman tersebut diatas berhak masuk ke dalam finalis Bandung Contemporary Art Award (BaCAA) yang akan dipamerkan di Lawangwangi, art & science estate pada Februari 2011 untuk penentuan pemenang pertama dan tiga (3) terbaik yang berhak mendapatkan residensi seniman di Eropa/Asia.
| |