Sudah cukup lama ia menjadi kolektor senirupa. Namum di tengah perjalanan muncul passion melukis. Jadilah "wayang beber" bayi tabung yang merupakan persilangan (fertilisasi) iptek dan seni. Perjalanan sejarah senirupa Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari peran kaum dokter – di samping para politikus, birokrat, hingga pengusaha -- yang bertindak sebagai kolektor. Dokter-dokter kolektor itu tidak saja tinggal di metropolitan Jakarta, tapi juga tinggal di Magelang, Surabaya, dan kota-kota lain. Sebagai contoh, ada dokter Oei Hong Djien (Magelang), yang mengoleksi seni lukis old master hingga kontemporer; dokter Melani W.Setiawan (Jakarta) selain kolektor, ia menulis dan, ini yang istimewa, sebagai penggiat jejaring sosial senirupa; dokter Handoyo (Jakarta), kolektor dan pakar keramik; dokter Edi Katimansyah (Jakarta), kolektor senirupa spesial tema perempuan.
Nah di Surabaya, ada Dr. Aucky Hinting, Ph.D., Sp.And., kolektor, dosen di Fakultas Kedokteran Unair Surabaya, dan spesialis/ahli bayi tabung, ahli biologi reproduksi reproduksi dan andrologi dengan pengalaman 25 tahun. Inul Daratista, hanya salah satu dari ratusan pasien dari dalam maupun luar negeri, yang berhasil ia tolong. Sebagai kolektor memungkinkan ia bertemu dan berdialog dengan para pemangku senirupa, keluar masuk studio para seniman, galeri, balai lelang dan berbagai museum di dalam dan luar negeri. Juga keluar masuk toko-toko buku, untuk mencari buku-buku referensi. Namun demikian dokter Aucky, panggilan akrabnya, mengaku gagal sebagai kolektor senirupa. Lebih lanjut baca VISUAL ARTS Januari-Februari 2012
| |
Comments
Beber yg masih tersisa dari Kraton Pura Mangkunegaran Solo