SITE INDEXABOUT USSUBSCRIPTIONSSHOPADVERTISESOCIETY
Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)

HOME
SHOP
NATIONAL
INTERNATIONAL
FOCUS
PATTERN
SANTIR
INTERVIEW
PROFILE
CRITICS
VIDEO & ART
CAMPUS NEWS
MOZAIK
PHOTOGRAPHY
PREVIEW
MARKET NEWS
REFLECTION
EVENT SCHEDULE
FORUM








Banner
PASTEL SUNYI SOENARTO PR PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 15 October 2010 14:58

Satmoko Budi Santoso

 

DALAM USIA SENJA, PENDIRI SANGGAR BAMBU INI TETAP BERKARYA BERBASIS PASTEL. SAYANG BELUM ADA KOLEKTOR YANG MELIRIK KESETIAANNYA.

 

 

Bentara Budaya Yogyakarta, awal Agustus lalu, tak seperti biasanya. Pada dinding galerinya, terpampang begitu banyak potret tokoh, mulai dari potret diri Proklamator dan Presiden pertama RI Bung Karno dan Bu Fatmawati (yang menjahit bendera sang saka merah putih pertama), Jendral Sudirman, ”emaknya seniman” dr. Melani W.Setiawan, politisi muda Rieke Dyah Pitaloka, hingga budayawan Emha Ainun Nadjib. Ada pula lukisan pemandangan dan lukisan hewan.

 

Pameran tunggal Soenarto PR ini terasa istimewa, karena di tengah gemuruh pameran lukisan dengan berbasis cat minya dan akrilik, ia tampil dengan medium pastel. Dan itu ternyata bukan hanya setahun dua tahun menekuni, tapi sudah dalam rentang waktu puluhan tahun. Bahkan ia bertekat akan melanjutkan sampai kapanpun. Lantaran pastel, disamping ”praktis”, ia bisa digunakan melukis sekali jadi. Tidak seperti medium cat minyak yang prosesnya cukup rumit dan harus menunggu lama (baru kering). Dari sini kita sudah mendapat gambaran bagaimana sikap keseni(m)annya, yang lebih berpihak kepada suara hatinya, meski harus menanggung hidup ”di jalan sunyi”, ketimbang harus ikut tren.

 

Karya-karya Soenarto dengan medium pastel dalam pameran tersebut, pada umumnya menunjukkan kehalusan, yang boleh jadi hal ini pantulan ekspresi dunia batinnya. Dengan pendekatan realistik-naturalistik yang begitu menantang, setiap kali menggarap potret diri, Soenarto harus berjuang bagaimana sifat kehalusan pastel itu bisa digunakan menangkap dan menggambarkan berbagai karakter tokohnya secara subtil. Apalagi karakter tokoh-tokoh yang digambarnya, sudah menjadi rahasia publik.

 

Jejak-jejak detil goresan pastelnya, menggambarkan gairah. Bahkan kegairahan itu begitu terasa ketika ia harus menggarap medan cahaya dan bayangan. Di bagian ini, ia merasa punya peluang membarui capian artistiknya secara terus-menerus, hingga merasa lebih baik.

 

I Gede Arya Sucitra, perupa dan dosen seni lukis Institut Seni Indonesia Yogyakarta, disela pameran itu memberikan komentar bahwa media pastel sebenarnya memang bernilai sangat spesifik. Jelas, kelebihannya adalah pada aspek bahwa semenjak dari awal menggambar sampai akhir, relatif tak ada perubahan warna. Juga lebih membuat karakter yang tegas pada setiap obyek dan cukup bagus untuk meraih efek kontras.

 

Memang tidak mudah menjadi seniman di Indonesia pada saat ini, yang sudah terlanjur kokoh pada keyakinannya, sementara tren berkata lain, cenderung kontemporer dan berorientasi pasar. Dan Soenarto lewat pamerannya ini adalah salah satu contoh, yang dapat dijadikan pelajaran sekaligus kaca brenggala, ketegaran dalam kesunyian.[V]



Google Yahoo MyWeb Del.icio.us Digg Facebook Myspace Technorati Stumble Upon Blinklist Spurl Ask PlugIM MSN Live
 
 

Add comment


Security code
Refresh


images/stories/articles.jpg
Transforming Minds: Buddhism in Art
Thursday, 10 May 2012 11:58
images/stories/articles.jpg
KONVENSI NASIONAL SENIRUPA SEBAGAI JAWABAN
Thursday, 10 May 2012 11:48
images/stories/articles.jpg
PASAR LOKAL MODAL GO-INTERNASIONAL
Thursday, 10 May 2012 11:43
images/stories/articles.jpg
IBU SRI, ANAK IDIOT DAN STATUS QUO
Thursday, 10 May 2012 11:36
images/stories/articles.jpg
Paceklik dan Kontroversi di Sekitarnya
Thursday, 10 May 2012 11:29


163787krya.gif
Kriya sebagai Seni Rupa Kontemporer?
(hits: 7546)
images/stories/articles.jpg
INDONESIA ART EVENT 08
(hits: 6826)
images/stories/articles.jpg
SURAT PEMBACA 01
(hits: 6664)
images/stories/articles.jpg
SHOP
(hits: 4533)
praktek-seni-rupa-small.gif
Little bit Statuary Art vicinity Note
(hits: 4151)


Banner


Gerai | Warta Kampus | Nasional | International | Fokus | Tekstur | Mozaik | Photography | Santir | Wawancara | Profile
Jakarta Events | Bandung Events | Indonesia Events
About Us | Surat Redaksi | Surat Pembaca | Subscription | Shop | Advertise With Us | Our Partner | Term of service | Privacy Policy
© 2000 - 2009 Visual Arts - Majalah Seni Rupa