SEORANG HENDRO WIYANTO PERNAH MENJULUKI GALERI INI SEBAGAI “NATIONAL MUSEUM” DI SEMARANG. DAN MEMANG SAAT SEMARANG GALLERY PINDAH KE LOKASI TERBARUNYA DI TAMAN SRIGUNTING, JANTUNG KOTA TUA SEMARANG, DI PERTENGAHAN TAHUN 2008, GALERI INI BANYAK MEMBUAT ORANG BERDECAK KAGUM.
Gedung tua yang dulunya merupakan sebuah bangunan komersial ala arsitektur kolonial direnovasi untuk menjadi sebuah ruang pameran yang layak dan juga lapang untuk menampung berbagai karya-karya gigantik di dalamnya.
Ini adalah buah ide seorang arsitektur-pemilik galeri, Chris Dharmawan yang sebagian besar waktunya dihabiskan di kota Semarang. Ia pun telah merintis keberadaan Semarang Gallery sejak tahun 2001. Dan hampir satu dekade setelah berdiri, Semarang Gallery merupakan salah satu galeri teraktif di medan sosial senirupa Indonesia di tahun 2010. Berikut adalah perbincangan Visual Arts dengan Chris Dharmawan seputar program-program kegiatan Semarang Gallery.
Dari data-data yang kami coba kumpulkan, Semarang Gallery adalah salah satu galeri yang paling aktif di tahun 2010? Bolehkah Bapak jelaskan frekuensi program pameran galeri Bapak ini apakah sangat terpengaruhi dengan dibukanya outlet Semarang Gallery di Jakarta Art District Jakarta? Program pameran Semarang Gallery (bukan Semarang Gallery) sudah disusun setahun didepan, dengan tentunya bisa bergeser dan bertambah kurang menyesuaikan dengan kondisi dan situasi. Semarang Gallery JAD di Mal Grand Indonesia berdiri kira kira 8 bulan yang lalu telah berpameran sebanyak 6 kali sampai November 2010. Total Semarang Gallery merencanakan mengadakan pameran sebanyak 17 kali pada tahun 2010 ini ( 7 kali di Semarang Gallery di Semarang, 7 kali di Semarang Gallery JAD, satu kali Bazaar Art, 1 kali Art Singapore dan satu kali di Galeri Nasional .
Kesulitan dan hambatan apa yang sangat dirasakan untuk mengatur program-program di dua venue yang Bapak miliki? Secara umum tidak mempunyai hambatan berarti dalam mempersiapkan pameran di kedua venue . Semakin lama kami merasa makin profesional . Hambatan jadwal yang mundur mundur karena seniman belum siap, cetakan katalog terlambat karena banyak faktor bisa diatasi dengan kematangan persiapan dan komunikasi yang baik dengan sesama pemangku pameran , seperti kurator, seniman, translator,pihak percetakan dan lain lain.
Apakah Semarang Gallery memiliki semacam “in-house curator”? Dan apa pendapat bapak tentang kurator yang berafiliasi dengan galeri tertentu? Kami tidak mempunyai in house kurator. Pendapat saya tentang kurator yang berafiliasi ke galeri tertentu sah-sah saja.
Apakah Semarang Gallery memiliki perupa-perupa galeri yang secara eksklusif dimanaje oleh Galeri? Bila iya, bolehkah ceritakan sedikit bagaimana konsep hubungan galeri-perupa yang dimiliki oleh Semarang Gallery? Semarang Gallery mempunyai beberapa seniman yang bekerja sama dalam hal management , kami menyebutnya “Friends of Semarang Gallery” .Konsepnya untuk masing masing seniman berbeda, tidak selalu eksklusif seperti yang dibayangkan, seperti kontrak atau manajemen eksklusif. Rata rata kami saling mempunyai komitmen yang sama dalam hal mengatur jadwal pameran, menentukan harga jual dan mendampingi dengan memanfaatkan kurator untuk menjadi mitra dalam hal wacana.
Dari seluruh program yang dikerjakan Semarang Gallery tahun 2010 ini, program mana yang paling menarik untuk Bapak dan apa alasannya? Program yang paling menarik di tahun 2010 adalah pameran tunggal Krisna Murti pada tanggal 3 - 23 Desember nanti. Menarik karena kita tahu Krisna Murti adalah rajanya Seni Media Baru di Indonesia dan ini adalah pameran tunggal retrospektif yang akan menyajikan karya karya Krisna Murti dari tahun 1993 sampai karya karya terakhirnya. Selain itu juga juga kami mengadakan diskusi dan artist talk.
Bisakah Bapak menceritakan sedikit tentang rencana Semarang Gallery 2011? Program manakah yang kira-kira akan menarik untuk disimak oleh publik senirupa Indonesia? Rencana tahun 2011 yang menarik adalah kita akan mengikuti Art Stage di Singapore ,Januari 2011 dan Art Hongkong, Mei 2011; selain program program pameran yang sudah kami rancang.
Bolehkah Bapak sedikit berbagi dengan kami tentang harapan-harapan serta misi Semarang Gallery di medan sosial senirupa Indonesia kedepannya dan langkah-langkah apa saja yang sudah dirintis untuk pencapaiannya dari sekarang? Harapan harapan kedepan bagi medan sosial seni rupa di Indonesia adalah lahirnya pecinta pecinta seni sejati yang mempunyai selera dan apresiasi yang tidak mudah terombang ambing oleh trend pasar. Langkah-langkah Semarang Gallery yang sudah dicapai selama ini adalah peningkatan profesionalisme Semarang Gallery di semua bidang. [V] VU
|