|
Written by Administrator
|
|
Friday, 08 July 2011 13:52 |
   | | Venice layaknya sebuah kota dengan labirin-labirin kanalnya yang senantiasa memberikan kenangan akan peradaban manusia yang kian kompleks. Buat yang baru datang mungkin ini sebuah kota yang rapuh, namun terbukti hingga saat ini Venice adalah salah satu kota yang tidak hanya artistik tetapi kokoh, namun juga memberikan kesan misteri akan ketangguhan penduduknya yang hidup di antara gedung-gedung tua yang pondasinya dibasahi oleh air laut.
Barangkali hal ini juga yang membuat penyelenggaraan seni rupa akbar dunia bertahan hingga ratusan tahun, yang bertengger di antara gedung-gedung tua. Suatu perhelatan yang bernama Venice Biennale ke 54 dengan tema besar ILLUMInations yang diikuti oleh banyak negara dan seniman ternama berkelas dari masing-masing negaranya.
“La Biennale is like a wind machine” demikian yang menjadi sambutan Paolo Baratta selaku Presiden Foundation Venice Biennale. Menurutnya perhelatan seni dua tahunan ini layaknya kebenaran yang tersembunyi, yang senantiasa memberikan kekuatan baru dan cahaya untuk setiap kecambah yang baru tumbuh. Biennale juga merupakan ziarah besar peradaban manusia yang coba ditawarkan melalui paradigma seni rupa. Di mana para seniman bertemu dan memberikan ekspresinya dengan segala ungkapan tentang hidupnya atau masa depan dari kemaslahatan hidup di muka bumi yang terus berevolusi mengikuti zaman.
Selengkapnya bisa dibaca di Majalah Visual Arts edisi Juli-Agustus 2011
| |
|
|
|
|