BERANDATENTANG KAMIMENDAFTARGERAIADVERTISEREKANAN
Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)

BERANDA
GERAI
NASIONAL
INTERNASIONAL
FOKUS
TEKSTUR
SANTIK
WAWANCARA
PROFIL
KRITIK
VIDEO & ART
WARTA KAMPUS
MOZAIK
PHOTOGRAPHY
TILIK
WARTA PASAR
REFLEKSI
JADWAL KEGIATAN
FORUM








Baner
Sebuah Catatan dari Jepang: Senirupa Kontemporer Sebagai Industri Kreatif PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 16 Desember 2009 15:53

Industri kreatif memang harus dikelola secara kreatif. Dadang Christanto, perupa Indonesia yang pada saat ini mengajar dan berkarya di Australia, diundang ke Jepang untuk berkarya bersama para seniman dari berbagai negara. Dari ajang internasional itu, ia bertanya bagaimana industri kreatif di Indonesia ditangani.

April lalu, saya mendapat undangan ke Jepang untuk mengikuti “Setouchi International Art Festival 2010”. Undangan itu guna meninjau lokasi dan memilihnya di areal yang terdiri dari tujuh pulau kecil di Seto Inland Sea --untuk melengkapinya, baca tulisan saya, “Ooiii… Naoshima”, di harian Kompas (3/5/09). Rencananya, festival itu dibuka pada Juli 2010.

Dan bulan Juli silam, saya kembali ke Jepang, menyelesaikan instalasi saya untuk sebuah pameran outdoor yang menempati areal seluas 672 kilometer persegi, bertajuk “Niigata Water and Land Art Festival”. Pameran ini diikuti 72 seniman dari 13 negara dan dibuka pada 18 Juli hingga 12 Desember 2009.

Tampaknya event-event pameran outdoor dengan areal luas dan bertaraf internasional merupakan fenomena baru, setidaknya dalam 10 tahun terakhir, di Jepang. Dapat dikatakan, itu terjadi setelah keberhasilan “House Project” yang ada di Pulau Naoshima dan “Echigo Tsumari Art Triennial” (ETAT) yang mendapat sorotan dari kalangan pemerhati senirupa dunia. Nama-nama besar dalam senirupa kontemporer pernah tercatat dalam pameran ini. Sebut saja Christian Boltanski, Jenny Hozler, Cai Go Ciang, Antony Gormley, Tadashi Kawamata, Yayoyi Kusama, Ilya and Emelia Kabkov, Alfredo Jaar, James Turel, dan Marina Abramovic.

Event-event semacam ini sangat berkaitan dengan apa yang disebut industri kreatif, yang sifatnya tidak cuma berkutat pada seniman, broker seni, dan galeri komersial, melainkan juga mampu menjangkau masyarakat luas. Terutama pemberdayaan ekonomi dan budaya masyarakat lokal secara langsung, tempat event tersebut diselenggarakan.

Di Jepang, kegiatan pemberdayaan ekonomi lokal dan budaya yang didukung pemerintah lewat ajang industri kreatif senirupa kontemporer berlangsung sejak satu darsawarsa lalu. Salah satunya adalah ETAT, yang gaungnya mendunia. Echigo Tsumari sendiri adalah nama salah satu bagian wilayah di Niigata Prefecture.
Dulu wilayah perbukitan indah ini terisolasi. Setelah Perang Dunia II, mulai banyak dibangun terowongan/jalan tembus yang menghubungkan antara desa dan kota sekitar.

LEBIH LANJUT BACA VA EDISI 33



Google Yahoo MyWeb Del.icio.us Digg Facebook Myspace Technorati Stumble Upon Blinklist Spurl Ask PlugIM MSN Live
 
 

Add comment


Security code
Refresh


images/stories/articles.jpg
Transforming Minds: Buddhism in Art
Kamis, 10 Mei 2012 11:58
images/stories/articles.jpg
KONVENSI NASIONAL SENIRUPA SEBAGAI JAWABAN
Kamis, 10 Mei 2012 11:48
images/stories/articles.jpg
PASAR LOKAL MODAL GO-INTERNASIONAL
Kamis, 10 Mei 2012 11:43
images/stories/articles.jpg
IBU SRI, ANAK IDIOT DAN STATUS QUO
Kamis, 10 Mei 2012 11:36
images/stories/articles.jpg
Paceklik dan Kontroversi di Sekitarnya
Kamis, 10 Mei 2012 11:29


163787krya.gif
Kriya sebagai Seni Rupa Kontemporer?
(hits: 7547)
images/stories/articles.jpg
INDONESIA ART EVENT 08
(hits: 6832)
images/stories/articles.jpg
SURAT PEMBACA 01
(hits: 6669)
images/stories/articles.jpg
SHOP
(hits: 4533)
praktek-seni-rupa-small.gif
Sedikit Catatan Sekitar Seni Patung
(hits: 4152)


Baner


Gerai | Warta Kampus | Nasional | International | Fokus | Tekstur | Mozaik | Photography | Santir | Wawancara | Profile
Jakarta Events | Bandung Events | Indonesia Events
About Us | Surat Redaksi | Surat Pembaca | Subscription | Shop | Advertise With Us | Our Partner | Term of service | Privacy Policy
© 2000 - 2009 Visual Arts - Majalah Seni Rupa