|
PERSONALITAS VISUAL PERUPA MINANG |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 26 April 2010 16:32 |
 | | Begitu memasuki ruang pameran gedung Jogja National Museum, Yogyakarta, 17-23 Februari 2010, sebuah patung tentang seseorang yang mau menaiki sepeda, di belakangnya membonceng dua hewan piaraan, cukup menyergap perhatian. Karya patung Syahrizal Zain Koto yang bernilai refleksi mendalam terhadap kultur budaya massa kaum ”non-modernisme” karena identik sebagai orang pedesaan itu adalah salah satu yang tersaji di lantai I. Boleh dikata, di antara karya lainnya di lantai I hingga lantai III, karya patung bertajuk Kehidupan (227 x 164 x 54 cm, perunggu, 2003) tersebut adalah penanda urgen perihal ”historiografi” kiprah perupa Minang selama ini, mulai yang tua hingga tunas muda. Meskipun pameran kolosal Komunitas Sakato yang berdiri pada 1995 dan bertajuk "Bakaba" ini merupakan kumpulan karya perupa Minang, persoalan nilai personalitas karya sungguh muncul sebagai identitas khas. Lebih lanjut Ulasan Satmoko Budi Santoso tentang Pameran "Bakaba" dapat dibaca pada Majalah Visual Art Edisi 36 (April-Mei 2010)
| |
|
|
|
|