|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 26 April 2010 16:59 |
 | | Saya selalu terpikat oleh drawing, utamanya dengan media pensil pada kertas. Garis-gemarisnya cenderung tajam, tapi bisa kaya divariasikan dan berkarakter kuat. Keterpikatan ini terutama dipicu oleh karya-karya Satyagraha. Sanento Yuliman mengulas pameran tunggal Satyagraha dengan judul tak kalah puitis dari gambarnya: “Pensil yang Mengelupas Manusia” (Tempo, 10 Mei 1989)… Kerinduan pada kekuatan karakter garis itulah yang membayangi saya ketika menyaksikan pameran “Middelbare Akte” di Galeri Soemardja ITB, 30 Desember 2009-16 Januari 2010. Ini merupakan pameran “kebolehan menggambar” --meminjam istilah Prof. Biranul Anas, Dekan FSRD ITB, dalam sambutannya di katalog pameran. Pameran ini menampilkan karya-karya alumni, dosen, dan mahasiswa FSRD ITB; hingga rentang usia peserta pameran amat ragam, dari angkatan pelopor (Ahmad Sadali dkk.), para alumnus yang pernah dan tengah malang melintang dalam medan sosial senirupa Indonesia, hingga mahasiswa masa kini. Kerinduan Heru Hikayat ini dapat dibaca pada rubrik Ulasan pada Majalah Visual Art edisi 36 (Mei-April 2010).
| |
|
|