BERANDATENTANG KAMIMENDAFTARGERAIADVERTISEREKANAN
Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)

BERANDA
GERAI
NASIONAL
INTERNASIONAL
FOKUS
TEKSTUR
SANTIK
WAWANCARA
PROFIL
KRITIK
VIDEO & ART
WARTA KAMPUS
MOZAIK
PHOTOGRAPHY
TILIK
WARTA PASAR
REFLEKSI
JADWAL KEGIATAN
FORUM








Baner
TEKSTUR
Paceklik dan Kontroversi di Sekitarnya PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 10 Mei 2012 11:29
DINAMIKA pertumbuhan senirupa Indonesia kadang-kadang bagai menjadikannya dunia sinetron: banyak perupa muda menyerbu. Pendatang baru yang menyerbu ini kemudian bagai menendang yang tua. Mereka yang tua bagai tergusur, meredup peran sosio keseniannya.  Namun, di era sekarang, dalam konteks pasar, sejumlah pihak juga merasa sedang paceklik. Hal ini setidaknya ditandai dengan menyurutnya peran galeri dalam dinamika rumah senirupa Indonesia. Banyak galeri yang vakum lama bahkan tutup. Baca ulasan Satmoko Budi Santoso mengenai kiprah di masa paceklik dalam perkembangan senirupa Indonesia di majalah Visual Arts edisi Mei-Juni 2012
 
 
HABIS PESTA TERBITLAH BADAI PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 10 Mei 2012 11:24

RASA KAGUM DAN HORMAT MENGALIR DARI DALAM DAN LUAR NEGERI UNTUK DR.OEI HONG DJIEN. NAMUN DIBALIK ITU SEKELOMPOK ORANG KINI SEDANG MENCURIGAI KOLEKSINYA.

 

M

agelang, Jawa Tengah, awal April lalu mendadak jadi pusat perhatian dunia senirupa Indonesia dan luar negeri. Lantaran salah satu warganya yang dikenal luas sebagai salah satu tokoh senirupa Indonesia, dokter Oei Hong Djien (OHD) merayakan ulang tahunnya 5 April 2012 yang ke-73 dengan banyak acara. Mulai dari peresmian museum, pameran Lima Maestro, peluncuran uku (Lima Maestro Senirupa Modern Indonesia, dan kumpulan tulisan “Seni dan Mengoleksi Seni”, serta pesta-dansa. Selain itu ratusan teman-temannya ikut merayakan dengan menggelar diskusi, dan belasan pameran serempak di sejumlah galeri lokal yang diikat dengan tajuk Magelang Art Event (MAE).

Tamunya tumplek blek, datang dari kalangan, kolektor, galeri, seniman, art dealer, pengamat, hingga media massa  lokal, nasional, hingga luar negeri yang dikerahkan Djarum Apresiasi Budaya . Antara lain Kwik Kian Gie (mantan Menko Perekonomian, Kwok Kian Chow (Penasihat Senior Galeri Nasional Singapura), Lorenzo Rudolf (pendiri dan direktur Art Stage Singapura), Magnus Renfrew (direktur art Hongkong).

Gedung Museum OHD yang baru di Jl. Jenggolo 14 itu, yang diresmikan oleh Walikota Magelang Ir.Sigit Widyonindito dulunya adalah bekas bangunan gudang tembakau. Maklum keluarga besar dr.Oei, menekuni bisnis tembakau dari dulu sampai sekarang, hingga mencapai keberhasilan. Dari uang tembakaulah, dr.Oei bisa mengoleksi 2000-an karya seni rupa modern dan kontemporer. Dari karya Raden Saleh,  Abdullah Suryosubroto, Basuki Abdullah, Mas Pirngadie, Kartono Yudhokusumo, Soedibio, Affandi, S. Sudjojono, Hendra Gunawan, H.Widayat, hingga Srihadi Sudarsono, untuk perupa modern. Dan yang kontemporer antara lain karya Entang Wiharso, Nasirun, Heri Dono, Eko Nugroho, S. Teddy D, Ay Tjoe Christien, Tisna Sanjaya, Ivan Sagito, hingga Yuswantoro Adi.

Kehadiran Museum ke-3 itu melengkapi dua bangunan museum sebelumnya, yang berdiri di dekat rumahnya di Jl. Diponegoro 17. Gedung museum ke-1 dibangun 1997, untuk memajang karya modern. Disusul gedung museum ke-2 dibangun 2006, untuk memajang karya kontemporer. Karya-karya yang dipamerkan dirotasi secara teratur.

Menurut Letty Soerjo, menantu OHD yang dipercaya sebagai Direktur Museum OHD, ketiga museum tersebut, kini terbuka untuk umum, sejak hari Rabu hingga Senin, mulai pukul 10.00-18.00 setiap harinya, hanya Selasa yang tutup. Sebelumnya, Museum OHD 1 dan 2 hanya bisa dikunjungi berdasarkan janji dan gratis. Tapi sekarang setiap pengunjung dikenakan tiket masuk seharga Rp.100.000/orang bagi WNI, Rp.150.000/orang bagi orang asing, dan harga khusus bagi rombongan/pelajar. Dengan harga tiket sebesar itupun – 8-10 kali harga tiket masuk Museum Nasional Rp.1500/orang -- menurut hitungan di atas kertas Museum OHD tetap merugi. Sebab, menurut lulusan ilmu bisnis University of Michigan, Amerika Serikat, pemeliharaan lukisan membutuhkan biaya besar. Apalagi koleksi museum itu dirawat rutin oleh dua restorator Singapura dengan tarif paling murah Rp.1 juta / jam.

Back to Basic : Lima Maestro

Pameran bertajuk Back to Basic yang menampilkan Lima Maestro Senirupa Indonesia “versi” dr.Oei, yaitu Affandi (1907-1990), S.Soedjojono (1913-1986), Hendra Goenawan (1916-1983), H.Widayat (1919-2002), dan Soedibio (1912-1981) mengguncang publik senirupa Indonesia maupun mancanegara. Pakar sejarah senirupa Indonesia dari Belanda Dr. Helena Spanjaard, di depan rombongan para wartawan ibukota, memuji koleksi-koleksi Museum OHD, dan mengagumi karya-karya lima maestro seni lukis Indonesia, yang sebagian besar baru pertama kali dikeluarkan dari “pingitannya” untuk tontonan  publik dalam dan luar negeri.

 

Lebih lanjut baca Majalah Visual Arts edisi Mei-Juni 2012

 
 
KEPULANGAN RADEN SALEH PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 10 Mei 2012 11:17
„Dua Kutub, yang saling  bertentangan, namun toh  keduanya cerah dan ramah, seperti digjaya kekuatan sihir  yang mempengaruhi jiwaku. Di sana, taman firdaus masa kecilku di bawah terik matahari dan samudra Hindia yang bergemuruh, tempat tinggal orang-orang yang kucintai, dan tempat abu nenek moyangku beristirahat. Di sini, Eropa, negara-negara yang paling beruntung, tempat di mana  bidang  kesenian, ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi berkilau bagai intan permata, yang menarik kerinduan masa mudaku, tempat di mana aku dapat menemukan lebih banyak dibandingkan impian kampung halamanku, di mana aku begitu sangat bahagia, di antara sahabat-sahabatku yang paling luhur, sebagai pengganti ayah, ibu, dan saudara saudariku- hatiku terbagi untuk keduanya..." Sepenggal paragraf tersebut adalah paragraf yang mengawali otobiografi Raden Saleh. Werner Krauss mengulas kepulangan Raden Saleh ke Galeri Nasional Indonesia di awal Juni 2012. Baca lebih lanjut di majalah Visual Arts bulan Mei-Juni 2012.
 
 
FOTOGRAFI BARU MYANMAR: Studi Kasus Seniman Perempuan Phyu Mon dan Nge Lay PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 10 Mei 2012 11:13

Beberapa tahun terakhir ini, perupa-perupa Myanmar telah menggunakan medium fotografi dalam praktik berkesenian mereka. Tapi kebanyakan, mereka hanya menggunakan fotografisebagai perpanjangan tangan media-media yang telah mereka tekuni sebelumnya sepert instalasi, lukisan maupun seni penampilan. Hanya segelintir perupa yang menggunakan fotografi sebagai medium; sebuah medium yang immediate and indeterminate dengan tehubungan menantangnya terhadap realitas. Simak tulisan Zhuang Wubin mengenai perkembangan fotografi di Myanmar pada majalah Visual Arts bulan Mei-Juni 2012.

 
 
VIDEO SUBVERSIF YUSUF ISMAIL PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 10 Mei 2012 11:09

Belum lama berselang Yusuf Ismail mendapat penghargaan Bandung Contemporary Art Award (BaCAA # 2) di Bandung melalui videonya “Eat Like Andy” (4’25’’, 2011). Menarik disimak, dalam dua kali kompetisi ini, media visual yang berbasis waktu  ini justru mendapat tempat terhormat. Sesungguhnya, dalam 2-3 tahun terakhir ini, Yusuf - lulusan jurusan patung FSRD ITB (2008) ini – memang selalu mencuri perhatian publik seni di berbagai event melalui seni videonya. Dan bila anda bertanya apa yang paling menyengat dari sosok muda ini, tidak lain karakter subversif. Karakter itu sudah  terlihat sejak video re-dubbing “Lion Maruk” (2005/6) -, aslinya film seri TV Jepang “Lion Maru” di tahun 1970-an - lalu seri video iklan TV “Ketik Reg Spasi” (2008), atau videonya yang banyak dikenal yaitu “Belah Duren Stranger” (2008), video plintiran dari hits video musik “Beautiful Stranger” Madonna. Baca lebih lanjut Krisna Murti mengulas karya-karya Yusuf Ismail pada majalah Visual Arts edisi Mei-Juni 2012.

 
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 3

images/stories/articles.jpg
Transforming Minds: Buddhism in Art
Kamis, 10 Mei 2012 11:58
images/stories/articles.jpg
KONVENSI NASIONAL SENIRUPA SEBAGAI JAWABAN
Kamis, 10 Mei 2012 11:48
images/stories/articles.jpg
PASAR LOKAL MODAL GO-INTERNASIONAL
Kamis, 10 Mei 2012 11:43
images/stories/articles.jpg
IBU SRI, ANAK IDIOT DAN STATUS QUO
Kamis, 10 Mei 2012 11:36
images/stories/articles.jpg
Paceklik dan Kontroversi di Sekitarnya
Kamis, 10 Mei 2012 11:29


163787krya.gif
Kriya sebagai Seni Rupa Kontemporer?
(hits: 7547)
images/stories/articles.jpg
INDONESIA ART EVENT 08
(hits: 6832)
images/stories/articles.jpg
SURAT PEMBACA 01
(hits: 6669)
images/stories/articles.jpg
SHOP
(hits: 4533)
praktek-seni-rupa-small.gif
Sedikit Catatan Sekitar Seni Patung
(hits: 4152)


Baner


Gerai | Warta Kampus | Nasional | International | Fokus | Tekstur | Mozaik | Photography | Santir | Wawancara | Profile
Jakarta Events | Bandung Events | Indonesia Events
About Us | Surat Redaksi | Surat Pembaca | Subscription | Shop | Advertise With Us | Our Partner | Term of service | Privacy Policy
© 2000 - 2009 Visual Arts - Majalah Seni Rupa